PENGGUNAAN ENZIM PROTEASE ASPERGILLUS FLAVUS DALAM PERENDAMAN KULIT KELINCI PADA PENYAMAKAN KULIT

Kamis, 27 Agustus 2009

oleh Dwi Wulandari 1)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan enzim protease Aspergillus flavus dalam perendaman kulit kelinci pada penyamakan kulit dengan konsentrasi dan waktu perendaman yang berbeda terhadap kadar protein, kadar air dan struktur histologi kulit kelinci setelah perendaman. Menggunakan rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4 x 4 dengan 4 perlakuan waktu yaitu 0,5; 1; 1,5 ; 2 jam dengan 4 perlakuan konsentrasi enzim ialah 0%; 0,5%; 1% dan 1,5%, bila ada perbedan antar perlakuan diteruskan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan,s. Rata – rata kadar air hasil penelitian dengan perlakuan enzim adalah 48,23%; 54,58% ; 56,97% dan 57,98% , sedangkan dengan perlakuan waktu berturut –turut yaitu 41,70% ; 56,55% ; 57,78% dan 61,72%. Rerata kadar protein hasil penelitian dari perlakuan enzim diperoleh sebesar 30,71% ; 25,58% ; 23,63% dan 22,23% , sedangkan dari waktu perendaman yaitu 26,28% ; 25,28% ; 25,12% serta 24,91%. Hasil perhitungan statistik menunjukkan perbedaan yang nyata (P <>Aspergillus flavus 0,5% selam 1 jam dalam perendaman kulit pada penyamakan sudah mampu mendegradasi protein globular dan meningkatkan penyerapan air kulit. Hasil uji aktivitas enzim diperoleh sebesar 139, 72 Unit/mg. Penggunaan enzim protease Aspergillus flavus pada perendaman kulit kelinci dari struktur histologi kulitnya epidermis tampak lebih bersih. Enzim protease Aspergillus flavus dapat digunakan sebagai agensia perendaman kulit kelinci pada penyamakan kulit . Semakin tinggi konsentrasi enzim dan semakain lama waktu perendaman, mempermudah penghilangan lapisan epidermis, mempercepat berkurangnya protein globular dan meningkatkan penyerapan kadar air.

Kata kunci : Kulit kelinci, Aspergillus flavus, protease, histologi kulit

1) Staf Pengajar Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta Program Studi Teknologi Pengolahan Kulit

0 komentar:

Posting Komentar

 
 
 
Powered By Blogger